Menggunakan Kalimat yang Cermat dan Santun

Selasa, 10 Januari 2017



Menggunakan Kalimat yang Cermat dan Santun
Dalam berbahasa, terutama bahasa tulis, kita harus menggunakan kalimat yang cermat dan santun. Kalimat yang cermat dan santun adalah kalimat yang tepat dalam pemilihan kata (diksi). Pemilihan kata atau diksi yang tepat hendaknya memperhatikan kriterian, antara lain:
1.    Konotasi baik
2.    Tidak ambigu
3.    Kata acuan
4.    Situasi kebahasaan.
Kriteria-kriterian tersebut dapat diperikan sebagai berikut:

1.    Konotasi baik
Untuk memperoleh kalimat yang santun, perlu dipilih kata/diksi yang tepat. Diksi/pilihan kata yang tepat dapat diperoleh dengan cara memperhatikan konotasi kata tersebut sopan atau tidak bila didengar oleh lawan bicara. Bandingkan kata-kata berikut, istri-bini, hamil-bunting, dan asisten-pembantu.
2.    Tidak ambigu
Kalimat yang cermat dan santun adalah kalimat yang tidak bermakna ganda-biasanya disebabkan penggunaan kata maupun jeda yang tidak tepat. Perhatikan contoh kalimat berikut.
Pemilik kebun binatang itu sudah tidak beruang lagi.
Kata beruang pada kalimat tersebut memiliki dua kemungkinan makna:
-          Tidak memiliki uang
-          Tidak memiliki ruang
Kesalahan/keambiguan kalimat di atas disebabkan penggunaan kata yang tidak tepat, yaitu beruang. Selain itu, keambiguan dapat dicermati pada kalimat di bawah ini.
Untung rakyat kecil kami berjuang.
Slogan tersebut tanpa jeda yang jelas sehingga kalimat ini mempunyai dua kemungkinan makna, yaitu:
Jeda
Makna
Untuk rakyat kecil/kami berjuang

Untuk rakyat/kecil kami berjuang
Perjuangan kami diperuntukan/diprioritaskan bagi rakyat kecil
Perjuangan kami untuk rakyat sangat kecil, besar kemungkinan perjuangan itu untuk diri sendiri

Penggunaan jeda yang berbeda ternyata menimbulkan dua makna yang sangat kontradiktif. Apab
ila penulisan dilafalkan dengan jeda dan intonasi yang jelas, keambiguan makna dapat dihindari.
3.    Kata Acuan
Kata acuan sangat tepat penggunaannya untuk mendapatkan kalimat yang cermat dan santun. Lebih-lebih dalam hukum/perundang-undangan. Dengan menggunakan kata-kata acuan, kemungkinan salah tafsir dapat dihindari. Perhatikan contoh berikut.
Anda masuk daerah bebas parkir
Kalimat tersebut terkesan membingungkan karena maksud yang ingin diungkapkan penulis/penutur belum tentu sama dengan maksud pembaca/pendengar.
Kalimat tersebut mempunyai dua kemungkinan, yaitu:
(1)           Daerah tersebut adalah tempat parkir dan pengendara kendaraan bermotor bebas memilih tempat parkir sesuka mereka.
(2)           Daerah tersebut tidak diperuntukan untuk area parkir.
Kalimat yang kontradiktif seperti di atas seharusnya dapat dihindari dengan cara menyesuaikan dengan situasi atau memperbaiki struktur kalimat menjadi “tempat parkir” atau “dilarang parkir di sini”
4.    Situasi kebahasaan
Apabila komunikasi terjadi secara lisan antara pembicara/penutur dengan lawan bicara/pendengar, situasi kebahasaan dapat diamati melalui gerak-gerik pembicara (kinetik).

0 komentar:

Posting Komentar

NOVI PURNAMAWATI Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Provided By Free Blogger Templates | Freethemes4all.com

Free Website templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates