KELAS XI (SEBELAS ) SEMESTER 2
Tema 8
A. Memahami Konversasi dan Prinsip-Prinsipnya
Menurut
Schiffrin (1989: 271), percakapan adalah suatu interaksi antara pembicara dan
pendengar secara teratur dalam komunikasi sosial. Prinsip percakapan (conversational
principle) adalah prinsip yang mengatur mekanisme percakapan antarpeserta
agar dapat bercakap-cakap secara kooperatif dan santun.
Prinsip-prinsip tersebut adalah prinsip kerja
sama (conversational principle) dan prinsip kesatuan (politeness
principle).
a.
Prinsip kerja sama (conversational
principle)
Prinsip
kerja sama adalah prinsip yang mengatur antara pembicara dan lawan bicara agar
dalam percakapan terjadi kesinambungan (koheren). Hal ini disebabkan adanya
tambahan makna yang tidak diujarkan pembicara dan dapat ditangkap oleh mitra
bicara.
b.
Prinsip kesatuan (politeness principle)
Prinsip ini diperlukan untuk melengkapi prinsip
kerja sama dan mengatasi kesulitan yang timbul akibat penerapan prinsip kerja
sama. Prinsip ini berkenaan dengan aturan yang bersifat sosial, estetis, dan
moral dalam percakapan. Hal ini didasarkan pada kaidah yang harus ditaati,
yaitu:
-
Formalitas (jangan memaksa dan angkuh)
Apabila memaksa dan angkuh, maka tuturan
kurang/tidak santun.
Contoh: Betsihkan lantai itu sekarang juga!
-
Ketidaktegasan (berisi saran bahwa pembicara/penutur
hendaknya menentukan pilihan)
Contoh: 1. Jika ada waktu dan tidak lelah,
perbaiki sepeda saya.
2.
Perbaiki sepeda saya!
Tuturan pertama lebih santun daripada tuturan
kedua.
-
Persamaan/Kesekawanan
Pembicara/penutur hendak bertindak seolah-olah
mitra tuturnya sama atau buatlah mitra tutur merasa senang.
Contoh: 1. Halus sekali kulitmu seperti
kulitku.
2. Mengapa nilai rapormu tetap jelek?
Tuturan pertama lebih santun daripada tuturan
kedua.Hal ini didukung oleh muka positif dan muka negative. Muka positif adalah
muka yang menyenangkan dan menghargai, sedangkan muka negative adalah sebaliknya.
0 komentar:
Posting Komentar