BAB 6 (MEMBUAT PARAFRASA LISAN DALAM KONTEKS BEKERJA)

Selasa, 21 November 2017



BAB 6
MEMBUAT PARAFRASA LISAN DALAM KONTEKS BEKERJA

      A. Pengertian Parafrasa
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, parafrasa adalah seperti berikut.
  1. Pengungkapan kembali suatu tuturan dari sebuah tingkatan atau macam bahasa menjadi macam yang lain tanpa mengubah pengertiannya.
  2. Penguraian kembali sebuah teks (karangan) dalam bentuk (susunan kata-kata) yang lain, dengan maksud untuk dapat menjelaskan makna yang tersembunyi.
Parafrasa mengandung arti pengungkapan kembali suatu tuturan atau karangan menjadi bentuk lain namun tidak mengubah pengertian awal. Parafrasa tampil dalam bentuk lain dari bentuk aslinya, misalnya sebuah wacana asli menjadi wacana yang lebih ringkas, bentuk puisi ke prosa, drama ke prosa, dan sebaliknya. Parafrasa cenderung diuraikan dengan menggunakan bahasa si pembuat parafrasa bukan diambil dari kalimat sumber aslinya apalagi membuat parafrasa secara lisan. Memparafrasakan suatu tuturan atau karangan secara lisan bias dilakukan setelah mendengar tuturan lisan atau setelah membaca suatu naskah tulisan. Hal itu lazim dilakukan oleh orang yang sudah terbiasa membuat parafrasa. Untuk mereka yang baru dalam taraf belajar, langkah membuat parafrasa ialah dengan cara meringkasnya terlebih dahulu. Namun, harus diingat parafrasa disusun dengan bahasa sendiri, bukan dengan bahasa asli penulis.

     B. Cara Membuat Parafrasa
Berikut adalah hal yang perlu dilakukan untuk membuat parafrasa dari sebuah bacaan.
  1. Bacalah naskah yang akan diparafrasakan sampai selesai untuk memperoleh gambaran umum isi bacaan/tulisan.
  2. Bacalah naskah sekali lagi dengan memberi tanda pada bagian-bagian penting dan kata-kata kunci yang terdapat pada bacaan.
  3. Catatlah kalimat inti dan kata-kata kunci secara berurut.
  4. Kembangkan kalimat inti dan kata-kata kunci menjadi gagasan pokok yang sesuai dengan topik bacaan.
  5. Uraikan kembali gagasan pokok menjadi paragraf yang singkat dengan bahasa sendiri.
Teknik membuat parafrasa lisan adalah seperti berikut.
      1.  Membaca informasi secara cermat.
      2. Memahami isi informasi secara umum.
      3. Menulis inti atau pokok informasi dengan kalimat sendiri.
      4. Mencatat kalimat pokok atau inti secara urut.
      5. Mengembangkan kalimat inti atau kata-kata kunci menjadi pokok-pokok pikiran yang sesuai dengan tema/topik informasi sumber.
      6. Menyampaikan atau menguraikan secara lisan pokok pikiran tersebut dengan menggunakan kata atau kalimat sendiri.
      7. Jika kesulitan menguraikannya, hal di bawah ini dapat membantu:
a.       Gunakan kata-kata yang bersinonim dengan kata aslinya.
b.      Gunakan ungkapan yang sepadan jika terdapat ungkapan untuk
c.       membedakan dengan uraian aslinya.
d.      Ubahlah kalimat langsung menjadi tidak langsung atau kalimat aktif menjadi pasif.
e.       Jika berbentuk narasi, bisa menggunakan kata ganti orang ketiga.
      
      C. Memparafrasakan Puisi Menjadi Prosa
                  Puisi merupakan salah satu karya sastra yang bentuknya tidak sama dengan prosa atau karangan biasa. Puisi terbagi ke dalam larik-larik atau bait. Pada puisi banyak terdapat kata-kata yang bermakna kias atau konotasi. Oleh karena itu, isi atau tema puisi biasanya tersirat. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memparafrasakan puisi menjadi prosa ialah seperti berikut.

(1)   Bacalah atau dengarkan pembacaan puisi dengan seksama.
(2)   Pahami isi kandungan puisi secara utuh.
(3)   Jelaskan kata-kata kias atau ungkapan yang terdapat dalam puisi.
(4)   Uraikan kembali isi puisi secara tertulis dalam bentuk prosa dengan
            menggunakan kalimat sendiri.       

(5)   Sampaikan secara lisan atau dibacakan.

BAB 5 ( MENGGUNAKAN SECARA LISAN KALIMAT TANYA/PERTANYAAN DALAM KONTEKS BEKERJA)

Senin, 20 November 2017

MENGGUNAKAN SECARA LISAN KALIMAT
TANYA/PERTANYAAN DALAM KONTEKS BEKERJA
A. Pengertian dan Fungsi Kalimat Tanya
Kalimat tanya adalah kalimat yang disampaikan dengan maksud  mendapat jawaban berupa informasi, penjelasan, atau pernyataan. Jawaban atas kalimat tanya dapat berbentuk jawaban pendek atau panjang.Kalimat tanya berfungsi untuk meminta jawaban berupa penjelasan, untuk menggali informasi, untuk klarifikasi, atau konfirmasi. Kalimat tanya juga digunakan untuk tujuan-tujuan tertentu yang disebut kalimat tanya tersamar. Selain itu, ada juga kalimat tanya yang diajukan tanpa
memerlukan jawaban yang disebut kalimat tanya retoris. Pada pelajaran ini, macam-macam kalimat tanya seperti itu akan kita pelajari kembali.
Perhatikan contoh keragaman kalimat tanya berikut.
1.  Apakah Anda bersedia ditugaskan di sini? (konfirmasi)
2.  Dari semua barang yang ditawarkan ini, mana yang Anda pilih? (pilihan)
3.  Di manakah alamat Anda? (menggali informasi tentang tempat)
4.  Apakah kita tidak malu menjadi bangsa yang terkenal karena korupsinya? (retorik)
5.  Siapa yang tidak hadir hari ini? (menanyakan orang)
6.  Bagaimana perasaannya, hanyalah Tuhan yang tahu. (retorik)
7.  Diakah orang yang kemarin mencarimu? (klarifikasi)
8.  Sudahkah Anda terima kiriman saya kemarin? (konfirmasi)
9.  Dapatkah Anda menyelesaikan tugas ini dengan cepat? (menyuruh)
10.  Siapakah yang tidak ingin sukses? (retorik)
B.  Jenis Kalimat Tanya
Dilihat dari pemakaian secara lisan maupun kalimat, kalimat tanya dapat dibedakan menjadi kalimat tanya biasa, tanya retoris, kalimat tanya bertujuan untuk klarifikasi atau konfirmasi, dan kalimat tanya tersamar.
1.  Kalimat Tanya Biasa
Salah satu ciri kalimat tanya ialah menggunakan kata tanya. Kata tanya biasanya digunakan untuk pertanyaan yang bertujuan meminta penjelasan atau menggali informasi. Di bawah ini adalah tabel yang berisi macam-macam kata tanya dan tujuan penggunaannya berikut jawaban yang diinginkan oleh penanya.
Kalimat tanya untuk menggali informasi umumnya digunakan pada saat wawancara atau dalam dialog yang membahas tentang suatu hal. Pertanyaan diajukan kepada narasumber yang diharapkan dapat memberikan informasi atau penjelasan yang lebih dalam sesuai dengan yang ditanyakan.
2.  Kalimat Tanya Retorik
Kalimat tanya retorik ialah kalimat tanya yang tidak memerlukan jawaban atau tidak mengharuskan adanya jawaban. Kalimat tanya retorik cenderung bersifat pernyataan hanya untuk mencari perhatian atau bermaksud memberi semangat, gugahan, atau kritik. Kalimat tanya retorik
sering digunakan dalam pidato-pidato atau orasi.
Contoh kalimat tanya retorik:
1.  Saya tidak habis pikir mengapa dia menolak penugasan itu.
2.  Siapa yang bekerja keras, dialah yang akan menjadi orang sukses.
3.  Mana mungkin kita mampu membalas jasa kedua orang tua kita.
4.  Apakah kita harus kembali dijajah?
5.  Bagaimana bisa tugasmu selesai, kerjaanmu hanya bermalas-malasan.
Ciri-ciri pertanyaan retorik:
(1) berbentuk pertanyaan dan penegasan,
(2) terkadang menggunakan kata tanya,
(3) tidak memerlukan jawaban,
(4) orang yang bertanya dan yang ditanya sama-sama mengetahui jawabannya,
3. Kalimat Tanya untuk Konfirmasi dan Klarifikasi
Untuk melakukan klarifikasi (penjernihan) maupun konfirmasi (pembenaran/penegasan), kita perlu mengajukan pertanyaan yang jawabannya cukup perkataan  yaatau tidak, atau yaatau bukan. Ada beberapa hal yang menandai bentuk pertanyaan untuk konfirmasi atau klarifikasi, yaitu seperti berikut.
1.  Menggunakan informasi tanya dengan menekankan kata-kata yang dipentingkan.
Contoh:
1.  Diayang memukulmu kemarin?
   2.  Kalau begitu, Bapakyang berada di belakang ini semua?
2.  Menggunakan partikel –kah.
Contoh:
1.  Inikahyang dinamakan cinta?
2.  Anak itukahyang dicari polisi?
3.  Menggunakan kata tanya apaatau apakah.
Contoh:
1.  ApaBapak bersedia hadir pada acara peresmian kantor baru?
2.  ApakahAnda masih sekolah?
4.  Menggunakan kata tidakatau bukan sebagai unsur penegas.
Contoh:
1.         Kamu jadi berangkat ke Bandung atau tidak?
2.         Minuman ini beralkohol atau bukan?
5.  Sebagai penegasan benar tidaknya, menggunakan kata bantu: benar, betul, jadi benar,dan jadi.
Contoh:
1.  Jadidia yang mendapat rangking satu?
2.  Betulkamu yang mengambil uangnya?
3.  Jadi benarayahnya seorang pembunuh bayaran?
    4.  Benardia adik kandungmu?
4.  Kalimat Tanya Tersamar
Kalimat tanya tersamar adalah kalimat yang berisi pertanyaan yang diajukan secara tidak langsung bukan untuk menggali informasi, klarifikasi, dan konfirmasi melainkan mengandung maksud-maksud lain.
Beberapa model kalimat tanya tersamar antara lain seperti berikut.
a.  Kalimat tanya tersamar untuk tujuan memohon
Contoh:
1. Terima kasih Anda tidak membuang sampah di sini.
2. Tidak keberatan, kan kamu membawa koper ini?
3. Sudikah Anda mampir ke rumahku?
b.  Kalimat tanya tersamar untuk tujuan meminta
Contoh:
1. Masakan Anda kelihatannya lezat sekali?
2. Dapatkah Anda membantu saya hari ini.
3. Bolehkah makanan ini saya cicipi?
c.  Kalimat tanya tersamar untuk tujuan menyeluruh
Contoh:
1. Saya sangat senang jika Anda yang mengerjakan proyek ini.
2. Sebaiknya kamu jangan berangkat sekarang.
3. Maukah adik membantu saya menyelesaikan tugas ini?
d.  Kalimat tanya tersamar untuk tujuan mengajak
Contoh:
1. Bukankah Bapak bersedia untuk menyumbangkan tenaga dan pikiran dalam kegiatan amal ini?
2. Siapkah Anda berangkat sekarang?
3. Bisakah membuat kopi untuk kakek?
e.  Kalimat tanya tersamar untuk tujuan merayu
Contoh:
1. Kamu orang yang sangat handal dalam mengatasi berbagai masalah.
2. Tentunya Anda yang pantas menduduki jabatan ini.
3. Siapa yang menolak berteman dengan orang sebaik kamu?
f.  Kalimat tanya tersamar untuk tujuan menyindir (mengkritik, mencela, mengejek)
Contoh:
Memang ya pekerjaannya luar biasa sulit sehingga kamu bisa menyelesaikannya dengan cepat. Pekerjaan semudah ini tidak bisa diselesaikan dengan benar.
g.  Kalimat tanya tersamar untuk tujuan meyakinkan
Contoh:
1. Saya rasa kamu mampu mengerjakannya hari ini?
2. Haruskah aku bersumpah agar kamu percaya?
3. Inikah hasil usahamu.
h.  Kalimat tanya tersamar untuk tujuan menyetujui
Contoh :
1. Saya kira kita sama-sama sependapat bukan?
2. Mana mungkin saya menolak ajakanmu?
3. Anda setuju dengan usulnya, kan?
i.  Kalimat tanya tersamar untuk tujuan menyanggah
Contoh:
1. Apakah tidak lebih baik kita tanyakan dulu masalah yang sebenarnya?
2.Kamu ke sini tidak takut dimarahi ayahmu?
3. Mengapa kamu datang lagi ke sini?
j.  Kalimat tanya tersamar untuk menawarkan sesuatu
Contoh:
1. Boleh saya bantu?
2. Anda membutuhkan bantuan saya?
3. Masih adakah yang perlu saya bawakan?
C. Mengutarakan Pendapat dengan Kalimat Tanya yang Santun
Dalam melakukan tanya jawab, kita perlu memperhatikan adab bertanya karena hal ini berhubungan dengan si penanya dan pihak yang ditanya. Adab bertanya yang baik menjadi faktor utama sebagai penentu respons pihak yang ditanya.
Teknik atau cara mengajukan pertanyaan adalah seperti berikut.
(1)  Pertanyaan yang diajukan harus relevan dengan topik yang akan ditanyakan.
(2)  Pertanyaan yang diajukan benar-benar mengesankan keingintahuan terhadap sesuatu yang menjadi topik pertanyaan.
(3)  Pilihlah kata-kata yang baik dan santun agar mendapat respons yang baik dan mendapatkan jawaban yang memuaskan.
(4)  Hindari pertanyaan yang bersifat subjektif/pribadi.
(5)  Pertanyaan yang diajukan harus bersifat menggali informasi sebelum berlanjut ke pertanyaan yang bersifat konfirmasi atau penegasan.
(6)  Jika pertanyaan menuntut sebuah tanggapan atau penilaian dari narasumber, ada baiknya jika pertanyaan diawali dengan kata ”menurut pendapat ...”. Misalnya, ”Menurut pendapat Bapak, bagaimana peranan pemuda dalam memberantas penyalahgunaan narkoba?”
(7)  Pertanyaan tidak bersifat memaksa, menekan, atau cenderung bertujuan mencari kesalahan narasumber.
RANGKUMAN
A. Pengertian dan Fungsi Kalimat Tanya
Kalimat tanya adalah kalimat yang disampaikan dengan maksud mendapat jawaban berupa informasi, penjelasan, atau pernyataan.Kalimat tanya berfungsi untuk meminta jawaban berupa penjelasan, untuk menggali informasi, untuk klarifikasi, atau konfirmasi. Kalimat tanya juga digunakan untuk tujuan-tujuan tertentu yang disebut dengan kalimat tanya tersamar.
B.  Macam-Macam Kalimat Tanya
Dilihat dari pemakaian secara lisan maupun tulisan, kalimat tanya dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu:
(1)  Kalimat tanya biasa
(2)  Kalimat tanya retorik
(3)  Kalimat tanya untuk konfirmasi dan klarifikasi
(4)  Kalimat tanya tersamar
C.  Mengutarakan Pendapat dengan Kalimat Tanya yang Santun

Dalam melakukan tanya jawab, kita perlu memperhatikan adab bertanya karena hal ini berhubungan dengan si penanya dan pihak yang ditanya. Adab bertanya yang baik menjadi faktor utama sebagai penentu respons pihak yang ditanya. Untuk itu, kita perlu mengetahui teknik- teknik mengajukan pertanyaan agar tujuan kita tercapai.

MEMAHAMI PERINTAH KERJA TERTULIS DALAM KONTEKS BEKERJA

Jumat, 20 Oktober 2017

MEMAHAMI PERINTAH KERJA TERTULIS
DALAM KONTEKS BEKERJA
A. Mengenal Bentuk Perintah Kerja Tertulis
Banyak bentuk aturan atau petunjuk yang dapat ditemukan dalam kehidupan kita. Baik di lingkungan rumah tangga, sekolah, masyarakat, di tempat pekerjaan, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.Bentuk perintah dapat disampaikan secara lisan ataupun tertulis. Perintah lisan biasanya menuntut respon/tindakan langsung sehingga muncul variasi kalimat perintah, sedangkan bentuk perintah tertulis umumnya bersifat tidak langsung.
Dalam dunia kerja, perintah sudah menjadi bagian keseharian dalam proses kerja sekaligus menjadi jaminan keberlangsungan kerja yang diwarnai oleh pola hubungan manusia secara hierarki. Perintah sering menjadi acuan pekerjaan, bahkan roda penggerak agar manusia selalu melakukan pekerjaan karena perintah itu sendiri adalah awal tindakan atau pedoman kerja. Dalam budaya kerja, perintah dapat dimanifestasikan dalam bentukinstruksi, petunjuk, dan pedoman. Karena pekerjaan berkaitan dengan administrasi dan dokumentasi, bentuk petunjuk dan pedoman lebih banyak diwujudkan secara tertulis dalam bentuk surat.
Berdasarkan jenisnya, bentuk perintah tertulis dapat dibedakan menjadi:
(1)  himbauan/larangan, misalnya himbauan menjadi akseptor RB, larangan membuang sampah;
(2)  petunjuk, misalnya petunjuk penggunaan suatu barang;
(3)  Peraturan, misalnya peraturan berlalu lintas, peraturan waktu berkunjung;
(4)  pedoman, misalnya pedoman penulisan karya ilmiah;
(5)  undang-undang, misalnya undang-undang tentang penyalahgunaan narkoba, undang-undang pendidikan.
B.  Model-Model Surat Berisi Perintah Kerja
Surat adalah suatu alat atau sarana komunikasi tertulis. Surat dipandang sebagai alat komunikasitertulisyang paling efisien,efektif,ekonomis, dan praktis. Selain itu, surat juga berfungsi sebagai alat bukti tertulis, alat bukti historis, alat pengingat, duta organisasi, dan pedoman kerja.
Surat yang berhubungan dengan pekerjaan disebut surat dinas atau surat resmi. Surat ini umumnya berisi informasi, ketentuan, atau perintah kerja yang dapatdijadikan pedoman bagi karyawan pada suatu lembaga,instansi, atau perusahaan. Model surat yang berisi informasi kerja atau perintah kerja, antara lain surat perintah, surat edaran, memorandum, pengumuman, dan disposisi.
1.                  1. Surat Perintah
Surat Perintah adalah surat yang berisi perintah dari pimpinan kepada bawahan yang berisi petunjuk yang harus dilakukannya. Surat perintah berlaku sementara dan berakhir setelah tugas yang diperintahkannya selesai dilaksanakan serta melaporkan hasil pekerjaan tersebut kepada pimpinan.
Surat perintah terdiri atas:
(1)  kepala surat
(2)  pembukaan
(3)  isi surat perintah
2.                 2.  Surat Edaran
Surat Edaran adalah surat pemberitahuan tertulis yang ditujukan kepada pejabat/pegawai. Surat edaran ini berisi penjelasan mengenai sesuatu hal, misalnyakebijakan pimpinan,petunjukmengenaitatacara pelaksanaan, atau peraturan perundang-undangan.
Ada dua macam bentuk dan sifat surat edaran, yaitu surat edaran umum dan surat edaran                 khusus. Surat edaran umum ditujukan kepada orang banyak atau umum. Surat edaran khusus                 ditujukan kepada orang atau pejabat tertentu dan seperti surat dinas biasa.
Surat edaran terdiri atas unsur-unsur berikut.
(1)  Kepala surat edaran bertuliskan nama perusahaan dan identitasnya.
(2)  No, hal, lampiran, tanggal surat, dan alamat tujuan surat.
(3)  Perkataan ”Edaran” biasanya ditulis di tengah
(4)  Isi surat edaran: Salam pembuka, isi surat, dan penutup surat
(5)  Kaki surat: salam penutup serta nama penanggung jawab surat edaran.
3.  Surat Pengumuman
      Pengumuman berasal dari kata ”umum”, mendapatkonfiks pe-andan bunyi sengau ng. Kata                     dasar umummempunyai arti seluruh atau orang banyak. Mengumumkan berarti memberitahukan atau             memaklumkan. Pengumuman berarti pemberitahuan kepada orang banyak tentang sesuatu masalah,               agar diketahui dan dilaksanakan oleh orang banyak yang berkepentingan. Berdasarkan sifat dan                   asalnya, pengumuman dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu seperti berikut.
     (1)  Pengumuman lisan, yaitu disampaikan secara oral komunikasi, penyampaiannya dapat melalui                         pesawat telepon atau pengeras suara (sound system).
     (2)  Pengumuman tertulis, yaitu pengumuman dalam bentuk tulisan, yang disampaikan melalui telegram,                 surat kawat, telex, surat kabar, majalah, papan pengumuman, dan lain-lain.
     (3)  Pengumuman dari instansi dan surat pengumuman bukan dari instansi.
   Surat pengumuman merupakan surat yang berisi pemberitahuan tentang masalah yang perlu                          diketahui oleh siapa saja yang berkepentingan sesuai dengan pengumuman tersebut. Surat                             Pengumuman dapat disebarkan dengan beberapa cara, di antaranya:
(1)  menyebarkannya sebagai surat edaran,
(2)  memasangnya di papan-papan pengumuman, dan
(3)  memasangnya di koran-koran sebagai iklan.

NOVI PURNAMAWATI Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Provided By Free Blogger Templates | Freethemes4all.com

Free Website templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates