BAB 6
MEMBUAT PARAFRASA LISAN
DALAM KONTEKS BEKERJA
A. Pengertian Parafrasa
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, parafrasa adalah seperti berikut.
- Pengungkapan kembali suatu tuturan dari sebuah tingkatan atau macam bahasa menjadi macam yang lain tanpa mengubah pengertiannya.
- Penguraian kembali sebuah teks (karangan) dalam bentuk (susunan kata-kata) yang lain, dengan maksud untuk dapat menjelaskan makna yang tersembunyi.
Parafrasa mengandung arti pengungkapan kembali suatu tuturan atau karangan
menjadi bentuk lain namun tidak mengubah pengertian awal. Parafrasa tampil
dalam bentuk lain dari bentuk aslinya, misalnya sebuah wacana asli menjadi
wacana yang lebih ringkas, bentuk puisi ke prosa, drama ke prosa, dan
sebaliknya. Parafrasa cenderung diuraikan dengan menggunakan bahasa si pembuat
parafrasa bukan diambil dari kalimat sumber aslinya apalagi membuat
parafrasa secara lisan. Memparafrasakan suatu tuturan atau karangan secara
lisan bias dilakukan setelah mendengar tuturan lisan atau setelah membaca suatu
naskah tulisan. Hal itu lazim dilakukan oleh orang yang sudah terbiasa membuat
parafrasa. Untuk mereka yang baru dalam taraf belajar, langkah membuat
parafrasa ialah dengan cara meringkasnya terlebih dahulu. Namun, harus diingat
parafrasa disusun dengan bahasa sendiri, bukan dengan bahasa asli penulis.
B. Cara Membuat Parafrasa
Berikut
adalah hal yang perlu dilakukan untuk membuat parafrasa dari sebuah bacaan.
- Bacalah naskah yang akan diparafrasakan sampai selesai untuk memperoleh gambaran umum isi bacaan/tulisan.
- Bacalah naskah sekali lagi dengan memberi tanda pada bagian-bagian penting dan kata-kata kunci yang terdapat pada bacaan.
- Catatlah kalimat inti dan kata-kata kunci secara berurut.
- Kembangkan kalimat inti dan kata-kata kunci menjadi gagasan pokok yang sesuai dengan topik bacaan.
- Uraikan kembali gagasan pokok menjadi paragraf yang singkat dengan bahasa sendiri.
Teknik membuat parafrasa lisan adalah seperti berikut.
- Membaca informasi secara cermat.
- Memahami isi informasi secara umum.
- Menulis inti atau pokok informasi dengan kalimat sendiri.
- Mencatat kalimat pokok atau inti secara urut.
- Mengembangkan kalimat inti atau kata-kata kunci menjadi pokok-pokok pikiran yang sesuai dengan tema/topik informasi sumber.
- Menyampaikan atau menguraikan secara lisan pokok pikiran tersebut dengan menggunakan kata atau kalimat sendiri.
- Jika kesulitan menguraikannya, hal di bawah ini dapat membantu:
a. Gunakan kata-kata yang bersinonim
dengan kata aslinya.
b. Gunakan ungkapan yang sepadan jika terdapat
ungkapan untuk
c. membedakan dengan uraian aslinya.
d. Ubahlah kalimat langsung menjadi
tidak langsung atau kalimat aktif menjadi pasif.
e.
Jika
berbentuk narasi, bisa menggunakan kata ganti orang ketiga.
C. Memparafrasakan Puisi Menjadi Prosa
Puisi
merupakan salah satu karya sastra yang bentuknya tidak sama dengan prosa atau
karangan biasa. Puisi terbagi ke dalam larik-larik atau bait. Pada puisi banyak
terdapat kata-kata yang bermakna kias atau konotasi. Oleh karena itu, isi atau
tema puisi biasanya tersirat. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
memparafrasakan puisi menjadi prosa ialah seperti berikut.
(1) Bacalah atau dengarkan pembacaan puisi dengan seksama.
(2) Pahami isi kandungan puisi secara utuh.
(3) Jelaskan kata-kata kias atau ungkapan yang terdapat
dalam puisi.
(4) Uraikan kembali isi puisi secara tertulis dalam bentuk
prosa dengan
menggunakan kalimat
sendiri.
(5) Sampaikan secara lisan atau
dibacakan.
0 komentar:
Posting Komentar