A.
MENULIS
Membuat Beberapa Teks Tertulis dalam Konteks
Bermasyarakat: Menulis Efektif dengan Berlatih Membuat Paragraf
Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam penyusunan
paragraph adalah sebagai berikut.
1.
Menetapkan topik berdasarkan
tema tertentu
Penentuan topik karangan disesuaikan
dengan jenis karangan yang dibuat, baik itu narasi, deskriosi, eksposisi, argumentasi,
maupun persuasi. Setiap jenis karangan mempunyai karakter dan tujuan yang
berbeda-beda. Sumber-sumber topik dapat dicari dari pengalaman, pengamatan,
pengetahuan, pendapat, daya khayal.
2.
Merumuskan tema
Berikut ciri-ciri rumusan tema yang dapat dijadikan
pedoman.
a.
Dirumuskan dalam kalimat yang
jelas.
b.
Adanya kesatuan gagasa sentral
yang menjadi landasan seluruh karangan.
c.
Pengembangan tema yang terarah
d.
Tema yang dirumuskan mengandung
unsur keaslian (kebenaran).
3.
Membuat kerangka karangan
Dalam menyusun kerangka karangan paragraph, perlu
diperhatikan hal-hal sebagai berikut.
Fungsi karangan:
a.
Memudahkan menyusun karangan
sehingga menjadi mudah teratur.
b.
Memudahkan penempatan bagian.
c.
Menghindari timbulnya
pengulangan pembahasan.
d.
Membantu pengumpulan data.
Syarat karangan:
a.
Mengungkapkan maksud yang
jelas.
b.
Tiap bagian hanya mengandung
satu gagasan.
c.
Disusun secara logis dan
sistematis.
d.
Memerlukan penggunaan symbol
yag konsisten.
4.
Mengumpulkan bahan
Bahan dapat dicari melalui berbagai
sumber, seperti dari buu, ensiklopedia, kamus, lapora penelitian, majalah,
surat kabar,tabloid, daya khayal, dan sebagainya.
5.
Mengembangkan kerangka menjadi
paragraf/karangan
Paragraf merupakan karangan singkat
yang berisi sebuah pikiran dan didukung oleh himpunan kalimat yang saling
berhubungan untuk membentuk sbuah gagasan.
Paragraf yang baik harus memenuhi syarat-syarat:
a.
Kesatuan, yaitu semua kalimat
yang mmbangun paragraph harus mengacu pada satu tema atau satu pikiran.
b.
Koherensi, yaitu semua kalimat
yang membangun sebuah paragraph harus saling berhubungan.
c.
Perincian dan urtan pikiran,
yaitu sebuah pikiran utama harus diikembangkan menjadi paragraph,
laludihubungkan dengan paragraph-paragraf lain yang berisi pikiran penjelas.
d.
Sebuah paragraph dibangun olehh
beberapa kalimat.
Koherensi dapat dibangun dengan:
a.
Pengulangan kata kunci atau
repetisi
b.
Pengulangan kata ganti.
c.
Penggunaan kata atau frasa
transisi (konjungsi)
d.
Serta perincian dan urutan isi
paragraph.
Dalam berlatih membuat paragraph, perlu diperhatikan
beberapa hal, antara lain:
1.
Kalimat utama: kalimat ide/inti
yang hendak dikembangkan menjadi paragraph uth.
2.
Kalimat penjelas: kalimat yang
digunakan untuk menjelaskan kalimat utama.
3.
Koherensi: penanda hubungan
antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain. Koherensi dapat berupa kata
ganti, frasa transisi, konjungsi, dan pengulangan kata kunci.
4.
Penggunaan tanda baca.
0 komentar:
Posting Komentar