Agar dapat mencapai ketepatan dalam pemilihan kata dari segi makna, kita perlu:
1. Membedakan denotasi dan konotasi
Kata denotasi dan konotasi dibedakan berdasarkan maknanya, yaitu ada/tidaknya makna tambahan atau rasa pada kata itu. Contoh:
a. Panjang tangan anak itu hanya 35 sentimeter. (denotasi)
b. Awasilah anak itu karena ia panjag tangan. (konotasi)
2. Membedakan kata-kata yang sama atau hampir sama maknanya (bersinonim)
Contoh penggunaan sinonim yang tidak dapat digantikan oleh kata lain:
- Maaf, kemarin aku tidak menghadiri pestamu karena nenekku meninggal.
(Meskipun kata-kata mati, meninggal, wafat, gugur, dan mampus itu bersinonim, kita tidak akan tega hati
untuk berkata bahwa nenekku mampus, bukan?)
Contoh penggunaan sinonim yang bertujuan menghindari pengulangan kata.
Untuk menempuh cita-cita banyak jalan menuju Roma. Cita-cita dapat digapai dengan cara-cara antara lain:
1. bersungguh-sungguh terhadap bidang yang ditekuni
2. belajar mengetahui jenis-jenis pekerjaan yang hendak dicapai
3. berbekal pada sikap dan sifat percaya diri
Kata menempuh bersinonim dengan menggapai. Dalam kalimat di atas digunakan bentuk pasif karena kaidah strukturnya. kata jalan menuju Roma bersinonim dengan cara-cara atau banyak cara. Hal ini dimaksudkan untuk menghindarkan pengulangan kata agar tidak membosankan.
3. Mencermati pemakaian kata umum dan kata khusus
Kata umum dan kata khusus dibedakan berdasarkan luas/tidaknya cakupan makna yang dikandungnya. Jika kata tersebut mengacu kepada hal atau kelompok yang luas lingkupnya, kata itu disebut kata umum. Sebaliknya, jika sebuah kata mengaju kepada pengarahan-pengarahan tertentu yang bersifat khusus dan konkret, kata itu disebut kata khusus.
NOVI PURNAMAWATI Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Provided By Free Blogger Templates | Freethemes4all.com
0 komentar:
Posting Komentar