Majas/Gaya
Bahasa
Dalam berbahasa, baik
ragam berita maupun ragam tulis lain, lebih-lebih ragam sastra, selalu dikenal
penggunaan majas/gaya Bahasa. Hal ini dimaksudkan untuk memperoleh
diksi/pilihan kata yang tepat dalam menampilkan gagasannya. Apalagi jika hendak
mendeskripsikan kejadian/peristiwa secara efektif. Untuk keperluan tersebut,
pengarang harus memilih kata (diksi) dan menyusun kalimat-kalimat yang bergaya,
yang memiliki daya pelukisan. Daya pelukisan atau plastic Bahasa dapat
diciptakan melalui penggunaan kata-kata
kiasan, sindiran, perbandingan, dan sebagainya yang disebut gaya Bahasa.
Menurut Badudu, (1975:
70-85) gaya Bahasa dapat dibedakan atas:
1. gaya
bahasa perbandingan;
2. gaya
bahasa sindiran;
3. gaya
bahasa penegasan; dan
4. gaya
bahasa pertentangan.
0 komentar:
Posting Komentar