Informasi Varbal dan Nonverbal

Jumat, 15 September 2017

Informasi Varbal dan Nonverbal
      Cara mengungkapkan informasi dapat dilakukan dengan verbal dan nonverbal. Cara verbal meliputi iformasi lisan dan tulis. Cara nonverbal biasanya ditampilkan dalam bentuk bagan, tabel, diagram, grafik, denah, atau matriks.
      Penyajian informasi verbal dan nonverbal yang menggunakan kalimat-kalimat informatif dianggap lebih mudah dimengerti banyak orang, tetapi penggunaan bagan, tabel, diagram, grafik, denah, dan matriks terkadang lebih menarik dan efektif. Informasi verbal dapat disampaikan dengan dua cara, yaitu lisan dan tulis.
Contoh informasi verbal:
Delapan Jalur Rawan, Banyak Tikungan
PURBALINGGA-Setidaknya ada 8 jalur rawan kecelakaan lalu lintas, yaitu jalur Banyeman di Karangreja yang banyak tikungan dan turunan tajam. Kemudian, jalur Gandasuli di Bobotsari yang memiliki satu tikungan dan turunan tajam, jalur Gembong dan Mrebet, jalan lurus lapang, namun padat kendaraan. “Seringkali melenakan pemakai jalan sehingga mereka tancap gas terus.”      Jalur lainnya adalah Bobotsari-Karanganyar yang jalannya labil dan bergelombang. Sementara itu, terdapat tikungan dan turunan tajam di jalur Kemanggungan di Rembang. Jalur Karangkabur-Kalitinggar di Padamara jalan cukup sempit dan arus lalu lintas padat hingga rawan kecelakaan.      Selanjutnya di jalur Purbalingga-Jompo, arus lalu lintas padat dan kecepatan kendaraan tinggi karena perbatasan dengan Purwokerto. Jalur terakhir yang harus diwaspadai ialah Bojong-Sukareja. Jalur ini jalan bergelombang dan licin, arus yang padat, dan umumnya kendaraan berkecepatan tinggi. Di jalur ini juga sering terjadi kecelakaan.Sumber: Suara Merdeka, 2 Oktober 2007, halaman 1, dengan pengubahan 
Simpulan informasi di atas adalah:
Terdapat delapan jalur rawan di Purbalingga, yaitu Banyeman (Karangreja), Gandasuli (Bobotsari), Gembong-Mbrebet, Bobotsari-Karanganyar, Kemanggungan (Rembang), Karangkabur-Kalitinggar, Purbalingga-Jompo, dan Bojong-Sukareja.
RINGKAS
Dalam menyimpulkan informasi, gunakan bahasa Indonesia sesuai fungsi dan kedudukannya.
·         Fungsi
  1. Sebagai alat pemersatu bangsa
  2. Sebagai ciri khas suatu bangsa
  3. Sebagai pembawa kewibawaan
  4. Sebagai kerangka acuan
·         Kedudukan: sebagai bahasa pertama, kedua, dan asing.

Sumber  : Bahasa Indonesia: Tataran Madia untuk SMK dan MAK Kelas XI 

0 komentar:

Posting Komentar

NOVI PURNAMAWATI Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Provided By Free Blogger Templates | Freethemes4all.com

Free Website templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates