Informasi
Varbal dan Nonverbal
Cara mengungkapkan informasi dapat
dilakukan dengan verbal dan nonverbal. Cara verbal meliputi iformasi lisan dan
tulis. Cara nonverbal biasanya ditampilkan dalam bentuk bagan, tabel, diagram,
grafik, denah, atau matriks.
Penyajian informasi verbal dan nonverbal
yang menggunakan kalimat-kalimat informatif dianggap lebih mudah dimengerti
banyak orang, tetapi penggunaan bagan, tabel, diagram, grafik, denah, dan
matriks terkadang lebih menarik dan efektif. Informasi verbal dapat disampaikan
dengan dua cara, yaitu lisan dan tulis.
Contoh
informasi verbal:
Delapan Jalur Rawan, Banyak TikunganPURBALINGGA-Setidaknya ada 8 jalur rawan kecelakaan lalu lintas, yaitu jalur Banyeman di Karangreja yang banyak tikungan dan turunan tajam. Kemudian, jalur Gandasuli di Bobotsari yang memiliki satu tikungan dan turunan tajam, jalur Gembong dan Mrebet, jalan lurus lapang, namun padat kendaraan. “Seringkali melenakan pemakai jalan sehingga mereka tancap gas terus.” Jalur lainnya adalah Bobotsari-Karanganyar yang jalannya labil dan bergelombang. Sementara itu, terdapat tikungan dan turunan tajam di jalur Kemanggungan di Rembang. Jalur Karangkabur-Kalitinggar di Padamara jalan cukup sempit dan arus lalu lintas padat hingga rawan kecelakaan. Selanjutnya di jalur Purbalingga-Jompo, arus lalu lintas padat dan kecepatan kendaraan tinggi karena perbatasan dengan Purwokerto. Jalur terakhir yang harus diwaspadai ialah Bojong-Sukareja. Jalur ini jalan bergelombang dan licin, arus yang padat, dan umumnya kendaraan berkecepatan tinggi. Di jalur ini juga sering terjadi kecelakaan.Sumber: Suara Merdeka, 2 Oktober 2007, halaman 1, dengan pengubahan
Simpulan
informasi di atas adalah:
Terdapat
delapan jalur rawan di Purbalingga, yaitu Banyeman (Karangreja), Gandasuli
(Bobotsari), Gembong-Mbrebet, Bobotsari-Karanganyar, Kemanggungan (Rembang),
Karangkabur-Kalitinggar, Purbalingga-Jompo, dan Bojong-Sukareja.
RINGKAS
Dalam
menyimpulkan informasi, gunakan bahasa Indonesia sesuai fungsi dan
kedudukannya.
·
Fungsi
- Sebagai alat pemersatu bangsa
- Sebagai ciri khas suatu bangsa
- Sebagai pembawa kewibawaan
- Sebagai kerangka acuan
·
Kedudukan:
sebagai bahasa pertama, kedua, dan asing.
0 komentar:
Posting Komentar